Asesmen Psikologi

Link Refrensi Perkembangan Sosial Emosional dan Regulasi Diri Anak

20 Referensi Perkembangan Sosial Emosional dan Regulasi Diri Anak - Free Download Full Text
🧠 Social Emotional Development and Self-Regulation

20 Referensi Ilmiah Free Download
Perkembangan Sosial Emosional dan Regulasi Diri Anak

Referensi open-access dan full text legal untuk mendukung materi PowerPoint, tools, worksheet, lembar pengenalan emosi, pemetaan pemicu tantrum, rencana menenangkan diri, latihan keterampilan sosial, rutinitas regulasi diri, serta tes skrining berbasis Excel. Paket ini membahas perkembangan sosial emosional, pengetahuan emosi, tantrum, frustrasi, empati, berbagi, menunggu giliran, kerja sama, ko-regulasi, rutinitas, dan batas aman.

😊 Pengenalan dan Penamaan Emosi
πŸŒ‹ Tantrum dan Frustrasi
🀝 Empati dan Keterampilan Sosial
🧘 Regulasi Diri Anak
🏑 Rutinitas dan Ko-Regulasi

🧠 A. Perkembangan Sosial Emosional dan Regulasi Diri

1

Building Young Children’s Emotional Competence and Self-Regulation from Birth: The Role of Causal Talk

Donna Housman (2018) — Journal of Research in Innovative Teaching & Learning / ERIC

Artikel ini membahas perkembangan kompetensi emosional dan regulasi diri sejak usia dini melalui percakapan mengenai penyebab emosi. Anak dibantu memahami hubungan antara peristiwa, pikiran, perasaan, ekspresi, dan perilaku dalam interaksi sehari-hari.

Relevansi: Dasar Materi 1 dan 2, Emotion Recognition Sheet, Calm Down Plan, serta Tes Perkembangan Sosial Emosional.
Buka Full Text / PDF
2

Self-Regulation in Preschool: Examining Its Factor Structure and Associations with Pre-Academic and Social-Emotional Skills

Korucu, Rolan, Napoli, Purpura, dan Schmitt (2022) — Early Education and Development / ERIC

Penelitian ini menjelaskan regulasi diri sebagai konstruk multidimensi yang mencakup fungsi eksekutif, regulasi perilaku, dan regulasi emosi. Ketiga komponen tersebut berkaitan dengan kemampuan pra-akademik, interaksi sosial, dan kesiapan mengikuti kegiatan kelas.

Relevansi: Dasar Materi 5, Self-Regulation Routine Chart, Tes Regulasi Diri, dan indikator perilaku belajar anak.
Buka Full Text / PDF
3

School Readiness and Self-Regulation: A Developmental Psychobiological Approach

Clancy Blair dan C. Cybele Raver (2015) — Annual Review of Psychology / PMC

Artikel ini menguraikan hubungan antara stres, fungsi eksekutif, regulasi emosi, keterlibatan belajar, dan kesiapan sekolah. Regulasi diri berkembang melalui interaksi biologis, pengalaman pengasuhan, serta tuntutan lingkungan yang diberikan secara bertahap.

Relevansi: Mendukung Materi 1 dan 5, Tes Regulasi Diri, serta perancangan rutinitas dan batas aman.
Buka Full Text / PDF
4

The Development of Self-Regulation Across Early Childhood

Montroy, Bowles, Skibbe, McClelland, dan Morrison (2016) — Developmental Psychology / PMC

Penelitian longitudinal ini memetakan perkembangan regulasi perilaku anak usia tiga sampai tujuh tahun. Hasilnya menunjukkan variasi lintasan perkembangan yang besar, sehingga indikator regulasi diri perlu disesuaikan dengan usia dan tidak ditafsirkan secara seragam.

Relevansi: Dasar penyusunan indikator usia, kategori skor, dan interpretasi Tes Regulasi Diri Anak Usia Dini.
Buka Full Text / PDF

😊 B. Mengenali, Memahami, dan Menamai Emosi

5

Enhancing Social-Emotional Skills in Early Childhood: Intervention Study

Hosokawa, et al. (2024) — Children / PMC

Penelitian intervensi ini mengevaluasi pembelajaran sosial emosional pada anak usia dini. Program terstruktur membantu anak mengenali emosi, mengatur respons, bekerja sama, mengembangkan tujuan, dan mengurangi masalah perilaku dalam lingkungan pendidikan.

Relevansi: Mendukung seluruh materi, Social Skill Practice Log, Emotion Recognition Sheet, dan Tes Perkembangan Sosial Emosional.
Buka Full Text / PDF
6

The Relationship Between Emotion Regulation and Emotion Knowledge in Preschoolers: A Longitudinal Study

Lucas-Molina, et al. (2020) — International Journal of Environmental Research and Public Health / PMC

Studi longitudinal ini menguji hubungan timbal balik antara pengetahuan emosi dan kemampuan regulasi emosi pada anak prasekolah. Anak yang lebih mampu memahami ekspresi, penyebab, dan konsekuensi emosi cenderung menunjukkan pengelolaan emosi yang lebih adaptif.

Relevansi: Referensi utama Materi 2, Emotion Recognition Sheet, dan Tes Kemampuan Mengenali Emosi.
Buka Full Text / PDF
7

Social-Emotional Learning Profiles of Preschoolers’ Early School Success

Susanne A. Denham, et al. (2012) — Early Childhood Research Quarterly / PMC

Artikel ini membahas profil pembelajaran sosial emosional yang meliputi pengetahuan emosi, regulasi emosi, perilaku prososial, dan kompetensi sosial. Kombinasi kemampuan tersebut berhubungan dengan penyesuaian anak dan keberhasilan awal di sekolah.

Relevansi: Dasar Tes Perkembangan Sosial Emosional, Tes Keterampilan Sosial, dan pemetaan kesiapan sosial sekolah.
Buka Full Text / PDF
8

The Child Emotion Facial Expression Set: A Database for Emotion Recognition in Children

NegrΓ£o, et al. (2021) — Frontiers in Psychology

Artikel ini mengembangkan kumpulan foto dan video ekspresi wajah anak usia empat sampai enam tahun. Stimulus mencakup emosi dasar dan ekspresi netral yang dapat digunakan untuk penelitian serta latihan pengenalan emosi secara visual.

Relevansi: Mendukung desain ilustrasi Emotion Recognition Sheet dan Tes Kemampuan Mengenali Emosi.
Buka Full Text / PDF

πŸŒ‹ C. Tantrum, Frustrasi, dan Ledakan Emosi Anak

9

Impact of Innovative Emotion Training in Preschool and Kindergarten Children

Lafay, et al. (2023) — Program Pelatihan Emosi Anak Prasekolah

Penelitian ini mengevaluasi pelatihan emosi pada anak usia tiga sampai enam tahun. Aktivitas dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengenali, memahami, mengekspresikan, dan mengelola emosi melalui gambar, situasi sosial, cerita, dan latihan terarah.

Relevansi: Mendukung Materi 2 dan 3, Emotion Recognition Sheet, Calm Down Plan, serta latihan respons emosional.
Buka Full Text / PDF
10

Defining the Developmental Parameters of Temper Loss in Early Childhood

Wakschlag, et al. (2012) — Journal of Child Psychology and Psychiatry / PMC

Artikel ini membedakan kehilangan kendali emosi yang masih sesuai perkembangan dengan pola yang memerlukan perhatian. Frekuensi, intensitas, durasi, konteks, agresivitas, dan kemampuan pulih menjadi parameter penting dalam memahami tantrum anak.

Relevansi: Referensi utama Materi 3, Tantrum Trigger Mapping Sheet, dan Tes Pola Tantrum Anak.
Buka Full Text / PDF
11

Temper Tantrums in Toddlers and Preschoolers: Longitudinal Associations with Adjustment Problems

Hoffenaar, et al. (2022) — International Journal of Environmental Research and Public Health / PMC

Studi ini membahas frekuensi, durasi, intensitas, bentuk perilaku, dan konteks tantrum pada anak balita serta prasekolah. Karakteristik tantrum tertentu dapat berkaitan dengan masalah penyesuaian dan perlu dipantau secara berkelanjutan.

Relevansi: Dasar pencatatan antecedent, perilaku, durasi, pemulihan, dan dampak dalam Tantrum Trigger Mapping Sheet.
Buka Full Text / PDF
12

Psychometric Validation of the Greek Version of the Temper Loss Subscale in Preschool Children

Micha, et al. (2022) — Children / PMC

Penelitian ini menguji validitas dan reliabilitas subskala temper loss pada anak prasekolah. Aspek yang dinilai mencakup ledakan kemarahan, frustrasi, intensitas reaksi, konteks pemicu, serta kesulitan menenangkan diri setelah emosi meningkat.

Relevansi: Membantu menentukan domain, butir, pembobotan, dan kategori risiko Tes Pola Tantrum Anak.
Buka Full Text / PDF

🀝 D. Empati, Berbagi, Menunggu Giliran, dan Kerja Sama

13

Cure for Tantrums? Longitudinal Associations Between Parental Digital Emotion Regulation and Children’s Self-Regulatory Skills

Konok, Bunford, dan MiklΓ³si (2024) — Frontiers in Child and Adolescent Psychiatry

Penelitian ini mengkaji kebiasaan orang tua menggunakan perangkat digital untuk meredakan emosi negatif anak. Penggunaan layar sebagai strategi utama dapat berkaitan dengan kesulitan mengelola marah, kontrol impuls, dan perkembangan regulasi diri.

Relevansi: Mendukung Materi 3 dan 5, Calm Down Plan tanpa layar, serta evaluasi strategi menenangkan anak.
Buka Full Text / PDF
14

Emotion Regulation Among 4–6-Year-Old Children and Its Association with Social Competence

Qashmer (2023) — Frontiers in Psychology

Artikel ini meneliti hubungan regulasi emosi dengan penyesuaian emosional, interaksi teman sebaya, dan hubungan bersama orang dewasa. Anak yang lebih mampu mengelola emosi cenderung menunjukkan kompetensi sosial yang lebih adaptif.

Relevansi: Dasar Materi 4, Social Skill Practice Log, Tes Keterampilan Sosial, dan Tes Regulasi Diri.
Buka Full Text / PDF
15

Self-Regulation Skills and Peer Preferences in Preschool Children

Liman (2024) — International Journal of Contemporary Educational Research / ERIC

Penelitian ini menguji hubungan keterampilan regulasi diri dengan penerimaan dan preferensi teman sebaya. Anak yang mampu mengendalikan perilaku, mengikuti aturan, menunggu giliran, dan menyesuaikan respons lebih mudah diterima dalam kelompok.

Relevansi: Mendukung indikator berbagi, giliran, kerja sama, kepatuhan aturan, dan penerimaan teman sebaya.
Buka Full Text / PDF
16

Emotion Understanding, Social Competence and School Achievement in Children

Franco, Beja, Candeias, dan Santos (2017) — Frontiers in Psychology

Artikel ini membahas hubungan pemahaman emosi, kompetensi sosial, dan keberhasilan penyesuaian sekolah. Kemampuan memahami emosi membantu anak merespons orang lain, menyelesaikan konflik, bekerja sama, dan membangun perilaku prososial.

Relevansi: Dasar Social Skill Practice Log, Tes Keterampilan Sosial, dan latihan empati berbasis situasi.
Buka Full Text / PDF

🏑 E. Pengasuhan, Ko-Regulasi, Rutinitas, dan Pengukuran

17

Parenting Style and Children’s Emotion Management Skills as Predictors of Social Adjustment

Li, et al. (2023) — Frontiers in Psychology

Penelitian ini membahas hubungan gaya pengasuhan, keterampilan pengelolaan emosi, kontrol diri, dan penyesuaian sosial anak. Pengasuhan suportif, responsif, konsisten, dan terstruktur membantu anak mengembangkan strategi emosi yang lebih adaptif.

Relevansi: Mendukung Materi 5, Self-Regulation Routine Chart, Calm Down Plan, dan indikator dukungan pengasuhan.
Buka Full Text / PDF
18

Understanding the Parent–Child Coregulation Patterns Shaping Child Self-Regulation

Lobo dan Lunkenheimer (2020) — Developmental Psychology / ERIC

Artikel ini meneliti pola koordinasi emosi dan perilaku antara orang tua dengan anak. Responsivitas, fleksibilitas, kehangatan, struktur, dan kemampuan orang tua menyesuaikan dukungan membantu pembentukan regulasi diri anak.

Relevansi: Referensi utama Calm Down Plan, Self-Regulation Routine Chart, dan strategi ko-regulasi orang tua–anak.
Buka Full Text / PDF
19

A Systematic Review of Self-Regulation Measures in Children and Adolescents

Chen, et al. (2024) — Journal of Clinical Medicine / PMC

Tinjauan sistematis ini membahas berbagai alat ukur regulasi kognitif, perilaku, dan emosi pada anak. Kajian mencakup rentang usia, metode laporan orang tua, laporan guru, pengukuran kinerja, serta kualitas psikometrik instrumen.

Relevansi: Dasar metodologis Tes Regulasi Diri, pemilihan informan, dan penyusunan indikator multidimensi.
Buka Full Text / PDF
20

Development and Psychometric Validation of a Preschool Social-Emotional Competence Scale

Zeng, et al. (2026) — Frontiers in Psychology

Artikel ini mengembangkan dan memvalidasi skala kompetensi sosial emosional untuk anak usia tiga sampai enam tahun. Pengembangan skala memperhatikan kesesuaian perkembangan, konteks budaya, struktur faktor, reliabilitas, dan validitas konstruk.

Relevansi: Mendukung Tes Perkembangan Sosial Emosional, Tes Keterampilan Sosial, dan pengembangan kategori interpretasi.
Buka Full Text / PDF
Catatan pengembangan instrumen: Kelima Tes Excel sebaiknya diposisikan sebagai alat edukasi, observasi, pemetaan, dan skrining awal, bukan alat diagnosis klinis. Butir perlu dirumuskan sebagai perilaku konkret sesuai usia, konteks pengasuhan, kesempatan belajar sosial, dan kondisi lingkungan anak. Skor dapat menggunakan 0 = belum tampak, 1 = muncul dengan banyak bantuan, 2 = muncul dengan sedikit bantuan, dan 3 = mandiri serta konsisten. Interpretasi lebih aman menggunakan kategori perlu evaluasi lanjut, perlu stimulasi intensif, berkembang sesuai pemantauan, dan berkembang kuat. Instrumen baru tetap memerlukan telaah ahli, uji keterbacaan, uji coba, analisis butir, reliabilitas, validitas, serta norma usia sebelum dinyatakan terstandar.

🧠 Paket Materi Edukasi & Tools:
Social Emotional Development and Self-Regulation

Perkembangan Sosial Emosional dan Regulasi Diri Anak

Paket ini berisi 5 materi PowerPoint, 5 tools atau worksheet, dan 5 tes Excel untuk membantu orang tua, guru PAUD/TK, psikolog, konselor, terapis, serta pendamping anak memahami emosi, memetakan tantrum, melatih keterampilan sosial, dan mengembangkan regulasi diri secara bertahap.

πŸ“– 5 Materi PPT Sosial Emosional
πŸ“‹ 5 Tools / Worksheet Aplikatif
🧾 5 Tes Excel Perkembangan Anak
πŸ“š 20 Referensi Ilmiah Free Download
πŸ‘€ Pariman, M.Psi., Psikolog
πŸ“² 0895401564375

Konfirmasi WhatsApp Profil Psikolog
Chat WA