20 Referensi Ilmiah Gratis
HEALING AFTER HEARTBREAK TOOLKIT
Landasan ilmiah mengenai patah hati, emotional grief, attachment, rumination, regulasi emosi, batas dengan mantan, self-compassion, pemulihan identitas, pertumbuhan pribadi, dan kesiapan membangun hubungan baru.
💔 A. Heartbreak, Distress, and Emotional Grief
Fondasi untuk memahami patah hati sebagai pengalaman kehilangan, respons stres, perubahan suasana hati, dan proses adaptasi emosional.
Emotional and Cognitive Responses to Romantic Breakups in Emerging Adults
Mengkaji rumination, strategi coping, serta dampak perpisahan terhadap emosi, kesehatan, keluarga, dan kehidupan akademik.
Breakup Distress and Loss of Intimacy in University Students
Menjelaskan distres, kehilangan keintiman, kesulitan tidur, dan karakteristik individu setelah perpisahan romantis.
Breaking Up Is Hard to Do: The Impact of Unmarried Relationship Dissolution
Mengamati perubahan distres psikologis dan kepuasan hidup sebelum serta sesudah hubungan tidak menikah berakhir.
Romantic Relationship Breakup: An Experimental Model to Study Stress and Depression-Like Symptoms
Menguraikan hubungan pengalaman perpisahan romantis dengan respons stres dan gejala menyerupai depresi.
Depressive Symptom Trajectory Following Romantic Relationship Breakup
Mengkaji perjalanan gejala depresi serta pengaruh rumination, neuroticism, dan kontrol kognitif setelah perpisahan.
🧩 B. Attachment, Coping, and Post-Breakup Growth
Rujukan untuk memahami keterikatan dewasa, strategi coping, perilaku pascaperpisahan, rebound, dan pertumbuhan pribadi.
When Love Just Ends: Adult Attachment and Dysfunctional Behaviors After Breakup
Menghubungkan gaya attachment dewasa dengan motivasi munculnya berbagai perilaku disfungsional setelah hubungan berakhir.
Attachment and Breakup Distress: The Mediating Role of Coping Strategies
Menjelaskan bagaimana self-help, approach, accommodation, avoidance, dan self-punishment menjembatani attachment dengan distres.
Attachment Styles and Personal Growth Following Romantic Breakups
Menghubungkan attachment anxiety, avoidance, distres, rumination, rebound, dan pertumbuhan setelah putus cinta.
“I’ll Never Be in a Relationship Like That Again”: Personal Growth Following Romantic Relationship Breakups
Mengkaji atribusi perpisahan, distres, perubahan positif, kemandirian, dan pembelajaran untuk hubungan mendatang.
Making Sense and Moving On: Predictors of Future Mental Health and Romantic Relationships
Mengidentifikasi pengalaman perpisahan yang memprediksi kesehatan mental dan kualitas hubungan romantis pada masa berikutnya.
🌱 C. Self-Concept, Identity, and Life Rebuilding
Rujukan untuk membangun kembali identitas, kejelasan konsep diri, kekuatan personal, makna, dan narasi kehidupan.
Who Am I Without You? The Influence of Romantic Breakup on the Self-Concept
Menunjukkan perubahan isi identitas dan berkurangnya kejelasan konsep diri sesudah hubungan romantis berakhir.
Facing a Breakup: Self-Concept Recovery Following a Romantic Separation
Menunjukkan bahwa kegagalan mendefinisikan kembali diri berkaitan dengan kesejahteraan yang lebih rendah.
Participating in Research on Romantic Breakups Promotes Emotional Recovery
Refleksi terstruktur berulang mendukung kejelasan konsep diri serta menurunkan intrusi emosional dan kesepian.
The Story of ‘Us’ Is the Story of ‘Me’
Membahas pengaruh insecure attachment terhadap narasi pengalaman, pelanggaran relasional, dan momen positif hubungan.
🔄 D. Emotion Regulation, Digital Boundaries, and Letting Go
Rujukan untuk mengelola kerinduan, pemicu emosional, kontak dengan mantan, pemantauan media sosial, serta penerimaan.
Regulation of Romantic Love Feelings: Preconceptions, Strategies, and Feasibility
Menguji cognitive reappraisal untuk mengatur intensitas perasaan cinta terhadap pasangan maupun mantan pasangan.
Facebook Surveillance of Former Romantic Partners
Menghubungkan pemantauan akun mantan dengan distres, kerinduan berkepanjangan, dan hambatan pertumbuhan pascaperpisahan.
Staying Connected When Coming Apart: Contact and Sex With an Ex-Partner
Mengkaji kondisi ketika kontak dengan mantan berkaitan dengan penyesuaian emosional yang lebih baik atau buruk.
Emotional Adaptation to Relationship Dissolution in Parents and Non-Parents
Memvalidasi Emotional Adaptation to Relationship Dissolution Assessment sebagai ukuran adaptasi setelah hubungan berakhir.
❤️ E. Self-Compassion, Assessment, and Recovery Readiness
Rujukan untuk menumbuhkan sikap ramah terhadap diri, mengukur distres secara bertanggung jawab, dan merencanakan pemulihan.
When Leaving Your Ex, Love Yourself
Self-compassion memprediksi intrusi emosional lebih rendah dan pemulihan psikologis lebih baik setelah perpisahan perkawinan.
Validity and Reliability of the Chinese Version of the Break-Up Distress Scale
Mengkaji struktur faktor, validitas, reliabilitas, dan penerapan Break-Up Distress Scale pada mahasiswa.
🗺️ Pemetaan Cepat Referensi
📦 Mendukung Isi Healing After Heartbreak Toolkit
- Understanding Heartbreak, Attachment, and Emotional Grief
- Breaking Rumination, Longing, and Emotional Trigger Cycles
- Letting Go Without Losing Yourself
- Rebuilding Identity, Confidence, and Meaningful Life
- Learning to Trust and Love Again
- Heartbreak, Loss, and Emotional Impact Mapping Tool
- Rumination, Longing, and Emotional Trigger Cycle Analyzer
- Attachment Release and Healthy Detachment Practice Worksheet
- Self-Identity, Strength, and Life Rebuilding Planner
- Healthy Love and Future Relationship Readiness Roadmap
- Heartbreak and Emotional Grief Understanding Test
- Post-Breakup Rumination and Emotional Attachment Profile
- Acceptance and Healthy Letting-Go Readiness Profile
- Self-Recovery and Personal Growth Readiness Profile
- Trust and Healthy Relationship Readiness Profile
- Personal Heartbreak Recovery & Self-Restoration Plan
- Contoh Isian Lengkap Personal Heartbreak Recovery & Self-Restoration Plan
- 20 referensi jurnal pendukung open access