25 Referensi Jurnal & Alat Ukur Pendukung
SCREENING PSIKOLOGIS REMAJA
Landasan ilmiah untuk penyusunan lima inventori screening remaja: Adolescent Anxiety Screening Scale (AASS), Adolescent Stress Response Scale (ASRS), Adolescent Burnout Screening Scale (ABSS), Bullying Experience & Impact Scale (BEIS), dan Adolescent Depression Indicator Scale (ADIS). Referensi dipilih untuk membantu pengembangan konstruk, aspek, indikator, item, interpretasi, dan validasi psikometrik.
🧠A. Adolescent Anxiety Screening Scale (AASS)
Revised Children's Anxiety and Depression Scale (RCADS)
RCADS mengukur berbagai domain kecemasan dan depresi pada anak dan remaja, termasuk generalized anxiety, social phobia, panic, separation anxiety, dan obsessive-compulsive symptoms.
Spence Children's Anxiety Scale (SCAS): 25 Years of Research
SCAS merupakan ukuran multidimensional kecemasan anak dan remaja yang banyak digunakan dalam penelitian dan praktik screening.
Spence Children's Anxiety Scale – Short Version (SCAS-S)
Versi singkat SCAS dikembangkan untuk menyediakan screening kecemasan yang lebih efisien dengan tetap mempertahankan cakupan konstruk utama.
Screen for Child Anxiety Related Emotional Disorders (SCARED)
SCARED dirancang untuk mengidentifikasi gejala kecemasan anak dan remaja melalui dimensi seperti generalized anxiety, social anxiety, panic, dan school avoidance.
Cross-Cultural Adaptation and Validation of SCARED in Indonesian Adolescents
Studi adaptasi SCARED pada remaja Indonesia memberikan konteks budaya dan bahasa yang penting bagi pengembangan item screening kecemasan.
⚠️ B. Adolescent Stress Response Scale (ASRS)
Adolescent Stress Questionnaire (ASQ)
ASQ mengukur berbagai sumber stres dalam kehidupan remaja, termasuk sekolah, keluarga, teman sebaya, masa depan, dan tekanan personal.
Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA)
ESSA secara khusus mengukur stres pendidikan pada remaja, termasuk tekanan belajar, beban kerja akademik, kekhawatiran nilai, dan ekspektasi.
Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) in Adolescents
PSS-10 menilai sejauh mana individu memandang hidupnya tidak terprediksi, tidak terkendali, dan berlebihan dalam periode tertentu.
Perceived Stress Scale for Kids (PeSSKi)
PeSSKi menunjukkan bagaimana konstruk perceived stress dapat diterjemahkan ke dalam pernyataan sederhana yang mudah dipahami populasi usia sekolah.
Reliability and Validity of the Educational Stress Scale for Adolescents
Studi ini menilai reliabilitas serta validitas ESSA dan memperkuat penggunaan konstruk stres pendidikan pada populasi pelajar.
🔥 C. Adolescent Burnout Screening Scale (ABSS)
School Burnout Inventory (SBI)
SBI mengonseptualisasikan school burnout melalui tiga dimensi utama: exhaustion at school, cynicism toward school, dan sense of inadequacy.
Factorial Validity and Measurement Invariance of the School Burnout Inventory in High School Students
Studi pada siswa sekolah menengah mendukung struktur tiga faktor school burnout dan menguji reliabilitas serta invariansi pengukuran.
School Burnout Inventory – Cross-Cultural Adolescent Validation
Validasi lintas budaya SBI pada remaja membantu menunjukkan kestabilan konstruk burnout sekolah di konteks budaya berbeda.
Burnout Assessment Tool – Student Version (BAT)
BAT versi pelajar memperluas pemahaman burnout melalui core symptoms dan secondary symptoms serta kaitannya dengan depresi, kecemasan, dan stres.
School Burnout Inventory Versi Bahasa Indonesia: Analisis Rasch
Analisis versi Indonesia memberikan gambaran tentang performa item, struktur respons, dan pengujian model pada konteks bahasa Indonesia.
🚫 D. Bullying Experience & Impact Scale (BEIS)
Revised Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ)
OBVQ merupakan salah satu instrumen bullying yang paling dikenal untuk menilai pengalaman menjadi korban maupun pelaku bullying.
Multidimensional Peer Victimization Scale (MPVS)
MPVS mengukur beberapa bentuk victimization, seperti physical victimization, verbal victimization, social manipulation, dan attacks on property.
European Bullying Intervention Project Questionnaire (EBIPQ)
EBIPQ membedakan pengalaman victimization dan perpetration serta digunakan untuk screening keterlibatan bullying pada remaja.
European Cyberbullying Intervention Project Questionnaire (ECIPQ)
ECIPQ mengukur cybervictimization dan cyberaggression yang relevan dengan pola bullying modern pada remaja pengguna media digital.
Rasch Analysis of the Revised Olweus Bully/Victim Questionnaire
Analisis Rasch terhadap OBVQ memberikan contoh bagaimana item bullying dapat diuji pada level kesulitan item, fungsi kategori, dan struktur pengukuran.
🌧️ E. Adolescent Depression Indicator Scale (ADIS)
Short Mood and Feelings Questionnaire (SMFQ): Criterion Validity in Young Adolescents
SMFQ merupakan ukuran singkat gejala depresi pada anak dan remaja yang banyak digunakan dalam penelitian dan screening.
Short Mood and Feelings Questionnaire: Adolescent Validation Study
Studi validasi modern SMFQ membantu mengevaluasi struktur, reliabilitas, dan kemampuan screening gejala depresi pada remaja.
RCADS – Major Depressive Disorder Subscale
RCADS juga memiliki subskala gejala major depressive disorder yang memungkinkan evaluasi depresi bersama gejala kecemasan pada anak dan remaja.
RCADS-11 for Identifying Anxiety and Depression in Adolescents
Versi singkat RCADS diteliti untuk mengidentifikasi gangguan kecemasan dan depresi pada remaja dengan format screening yang efisien.
Center for Epidemiological Studies Depression Scale for Children (CES-DC)
CES-DC mengukur gejala depresi pada anak dan remaja dan telah digunakan dalam berbagai populasi serta studi psikometrik.
🗂️ Pemetaan Referensi ke Lima Inventori
| Inventori | Konstruk Utama | Referensi Utama |
|---|---|---|
| AASS – Adolescent Anxiety Screening Scale | Kecemasan kognitif, emosional, sosial, somatik, avoidance | 1–5 |
| ASRS – Adolescent Stress Response Scale | Perceived stress, academic pressure, overload, emotional strain, behavioral response | 6–10 |
| ABSS – Adolescent Burnout Screening Scale | Exhaustion, cynicism, inadequacy/reduced efficacy, disengagement | 11–15 |
| BEIS – Bullying Experience & Impact Scale | Physical, verbal, relational, cyber victimization, psychological impact | 16–20 |
| ADIS – Adolescent Depression Indicator Scale | Depressed mood, anhedonia, negative cognition, withdrawal, somatic-energy changes | 21–25 |
⚠️ Catatan Profesional Pengembangan Tes
Lima inventori AASS, ASRS, ABSS, BEIS, dan ADIS sebaiknya diposisikan sebagai instrumen screening atau identifikasi awal sampai tersedia bukti psikometrik yang memadai. Referensi di atas dapat menjadi dasar konseptual, tetapi tidak otomatis membuat instrumen baru setara dengan alat ukur standar yang menjadi rujukan.
- Setiap item perlu melalui validitas isi oleh ahli, uji keterbacaan siswa SMP–SMA, dan uji coba pada sampel yang memadai.
- Lakukan analisis daya beda atau parameter item, reliabilitas, struktur faktor, validitas konvergen-diskriminan, serta invariansi bila digunakan lintas kelompok.
- Kategori Rendah–Sedang–Tinggi sebaiknya ditentukan dari data normatif atau pendekatan empiris, bukan hanya pembagian rentang skor teoritis.
- Hasil tinggi pada ADIS atau respons yang menunjukkan keputusasaan, risiko keselamatan, atau gangguan fungsi perlu ditindaklanjuti dengan asesmen profesional.
- Screening bullying perlu diikuti prosedur perlindungan siswa, konfirmasi konteks kejadian, dan koordinasi dengan pihak sekolah serta keluarga sesuai kebutuhan.