Asesmen Psikologi

LINK REFRENSI NEURORELATIONAL COUPLE REGULATION THERAPY

20 Referensi Neurorelational Couple Regulation Therapy
🧠 Nervous System • Co-Regulation • Repair

20 Referensi Ilmiah Gratis
NEURORELATIONAL COUPLE REGULATION THERAPY

Landasan psikoneurologis untuk membaca aktivasi tubuh, emotional flooding, respons ancaman, window of tolerance, co-regulation, de-eskalasi, dan pemulihan percakapan pasangan.

🌡️ Flooding
⚡ Respons Ancaman
🫁 Pernapasan
🤝 Co-Regulation
💞 Repair

🌡️ A. Emotional Flooding dan Aktivasi Fisiologis

1

Emotional Flooding in Response to Negative Affect in Couple Conflicts

Malik, Heyman, & Smith Slep (2020)

Mengkaji flooding ketika pasangan menghadapi afek negatif selama konflik.

Relevansi: Emotional flooding, toleransi ketegangan, dan perilaku konflik.
Buka Artikel / PDF
2

Interpersonal Emotional Behaviors and Physical Health

Haase et al. (2016)

Studi longitudinal perilaku emosional pasangan dan kesehatan fisik.

Relevansi: Dampak jangka panjang aktivasi serta konflik relasional.
Buka Artikel / PDF
3

Targeting Couple and Parent–Child Coercion to Improve Health

Slep et al. (2020)

Membahas proses koersif diadik, regulasi, dan kesejahteraan keluarga.

Relevansi: Pola eskalasi dan indikator respons fisiologis.
Buka Artikel / PDF
4

Anger in Brain and Body

Garfinkel et al. (2016)

Menjelaskan perubahan neural dan fisiologis ketika kemarahan meningkat.

Relevansi: Somatic awareness, perhatian, keputusan, dan kesiapan bertindak.
Buka Artikel / PDF

⚡ B. Sistem Saraf Otonom dan Respons Ancaman

5

Polyvagal Theory: A Science of Safety

Porges (2022)

Menyajikan kerangka keselamatan, neuroception, koneksi sosial, dan regulasi.

Relevansi: Rasa aman, co-regulation, mobilisasi, dan imobilisasi.
Buka Artikel / PDF
6

Maladaptive Autonomic Regulation in PTSD Accelerates Physiological Aging

Williamson et al. (2015)

Mengkaji disregulasi otonom pada kondisi ancaman berkepanjangan.

Relevansi: Fight–flight, imobilisasi, penarikan, dan pemulihan fisiologis.
Buka Artikel / PDF
7

How Heart Rate Variability Affects Emotion Regulation Brain Networks

Mather & Thayer (2018)

Menghubungkan HRV dengan jaringan otak pengendalian emosi.

Relevansi: Fleksibilitas otonom dan kapasitas down-regulation.
Buka Artikel / PDF
8

Stress and Heart Rate Variability: A Meta-Analysis

Kim et al. (2018)

Merangkum bukti hubungan stres dengan variasi denyut jantung.

Relevansi: Indikator stres dan fleksibilitas regulasi fisiologis.
Buka Artikel / PDF

🤝 C. Co-Regulation dan Sinkroni Pasangan

9

Sympathetic Nervous System Synchrony in Couple Therapy

Tourunen et al. (2022)

Meneliti sinkroni simpatik, gerakan, dan percakapan terapi pasangan.

Relevansi: Attunement fisiologis selama sesi dan interaksi emosional.
Buka Artikel / PDF
10

Nonverbal Synchrony in Couple Therapy

Nyman-Salonen et al. (2021)

Mengaitkan sinkroni nonverbal dengan kesejahteraan dan aliansi terapeutik.

Relevansi: Kehadiran, gerak tubuh, attunement, dan co-regulation.
Buka Artikel / PDF
11

Exploring Physiological Linkage in Same-Sex Male Couples

Li et al. (2021)

Mengkaji keterhubungan fisiologis dalam dinamika pasangan romantis.

Relevansi: Regulasi timbal balik melalui jalur psikologis dan fisiologis.
Buka Artikel / PDF
12

Touch Increases Autonomic Coupling Between Romantic Partners

Chatel-Goldman et al. (2014)

Menunjukkan sentuhan meningkatkan keterhubungan otonom pasangan romantis.

Relevansi: Sentuhan aman, empati, dan co-regulation tubuh.
Buka Artikel / PDF
13

Physiological Attunement and Flourishing

Bastos et al. (2025)

Mengulas attunement fisiologis, hubungan sosial, dan kesejahteraan.

Relevansi: Suara, kehadiran, sentuhan, empati, dan kesehatan relasional.
Buka Artikel / PDF

🫁 D. Pernapasan dan Down-Regulation

14

How Breath-Control Can Change Your Life

Zaccaro et al. (2018)

Tinjauan sistematis korelat psikofisiologis pernapasan lambat terkontrol.

Relevansi: Relaksasi, regulasi otonom, dan stabilisasi sebelum dialog.
Buka Artikel / PDF
15

Emotional Intelligence Training and Slow-Paced Breathing

You et al. (2021)

Menguji pengaruh latihan pernapasan lambat berdurasi singkat.

Relevansi: Persiapan regulasi sebelum refleksi dan percakapan emosional.
Buka Artikel / PDF
16

Effect of Resonance Breathing on Heart Rate Variability

Chaitanya et al. (2022)

Mengkaji resonance breathing, HRV, suasana hati, dan kognisi.

Relevansi: Adaptabilitas fisiologis dan emotional down-regulation.
Buka Artikel / PDF

💞 E. De-Eskalasi dan Repair Conversation

17

Recovering From Conflict in Romantic Relationships

Salvatore et al. (2011)

Mengkaji kemampuan pulih setelah konflik dalam hubungan romantis.

Relevansi: Cool-down, kembali berdialog, dan pemulihan kedekatan.
Buka Artikel / PDF
18

Cognitive-Behavioral and Emotion-Focused Couple Therapy

Bodenmann et al. (2020)

Membandingkan asesmen, regulasi, komunikasi, dan intervensi pasangan.

Relevansi: Tujuan sesi, validasi, kebutuhan attachment, dan homework.
Buka Artikel / PDF
19

Effectiveness and Feasibility of Structured Emotionally Focused Couple Therapy

Conradi et al. (2023)

Menguji terapi terstruktur untuk menurunkan distress pasangan.

Relevansi: De-eskalasi siklus, kebutuhan emosi, dan respons aman.
Buka Artikel / PDF
20

Forgiveness-Seeking Behaviors After a Relational Transgression

Martínez-Díaz et al. (2021)

Mengkaji perilaku meminta pengampunan setelah pelanggaran relasional.

Relevansi: Permintaan maaf, tanggung jawab, validasi, dan pemulihan kepercayaan.
Buka Artikel / PDF

🧭 Pemetaan Penggunaan Referensi

Aktivasi tubuh & emotional floodingReferensi 1–4
Fight, flight, freeze & fleksibilitas regulasiReferensi 5–8
Co-regulation melalui suara, sentuhan & kehadiranReferensi 9–13
Pernapasan untuk down-regulationReferensi 14–16
De-eskalasi & kembali berdialogReferensi 17–19
Repair attempt, permintaan maaf & rekoneksiReferensi 17–20
Couple Healing Session & Repair PlannerReferensi 1, 5–7, 9–20
Couple Regulation & Repair Capacity TestReferensi 1, 7–8, 17–20
Konflik Prioritas → Pemeriksaan Keselamatan → Aktivasi Tubuh → Stabilisasi → Emosi Primer → Makna Attachment → Validasi → Co-Regulation → Repair Conversation → Homework → Evaluasi
Catatan profesional: Couple Regulation & Repair Capacity Test merupakan tes reflektif atau skrining non-diagnostik. Penggunaan sebagai instrumen formal memerlukan validitas isi, analisis butir, validitas konstruk, reliabilitas, norma, dan pengujian sensitivitas perubahan. Window of tolerance merupakan kerangka klinis, sedangkan dukungan empiris fawn belum setara dengan fight, flight, dan freeze. Co-regulation tidak digunakan untuk mempertahankan dialog ketika terdapat kekerasan, intimidasi, ancaman, atau risiko keselamatan.

🧠 NEURORELATIONAL COUPLE REGULATION THERAPY

Teknik regulasi sistem saraf dan de-eskalasi konflik untuk membantu pasangan kembali tenang, memahami kebutuhan attachment, memperbaiki percakapan, dan memulihkan kedekatan.

Materi + Couple Healing Session & Repair Planner + Couple Regulation & Repair Capacity Test

📥 Pesan Paket📲 Konfirmasi WhatsApp

Created by Pariman, M.Psi., Psikolog • Psikologi Menjawab • 0895401564375

Chat WA